-->
https://www.batmanteacher.com/

Followers

Pengalaman Pertama Ikut Lomba

 

Oleh: Adinda Najmi Alfulaila Arrosyida

 

Di hari itu ibu guruku mengumumkan akan ada lomba MTK (Matematika). Siswa yang dipilih di kelas hanyalah 3 orang. Aku sebenarnya tidak dipilih ikut lomba tetapi ibuku menyuruh guruku untuk mendaftarkanku juga agar aku punya pengalaman untuk ikut lomba. Biasanya selama ini yang dipilih hanya temanku saja.  Aku selama ini belum pernah ikut lomba kecuali lomba agustusan di sekolah.

Karena aku terpilih ikut lomba, aku mulai belajar bersama 8 orang teman dan adek kelasku, walaupun aku sebenarnya ragu saat itu tetapi aku nekat ikut lomba. Bu Retno mengajari kami dengan sabar dan telaten. Lomba tinggal 6 hari lagi tapi aku tiba-tiba sakit. Aku tidak masuk sekolah 4 hari, jadi aku ketinggalan pelajaran MTK yang saat itu dilakukan bimbingan oleh Pak Rodi di sekolah. Aku tidak tau apa saja yang diajarkan Pak Rodi pada teman-temanku.



 Saat itu aku baru masuk hari Jumat, sedangkan lombanya sudah besok di hari Sabtu. Guruku memberiku pelajaran tambahan untuk mempersiapkan lomba untuk besok. Aku masuk kelas yang kosong karna muridnya sedang olahraga. Aku mulai diberi soal karena aku tidak masuk 4 hari jadi aku tidak mengerti dan ketinggalan pelajaran. Sepulang anak- anak yang lain, aku menuju kelas ibu untuk bertanya soal yang ada pada bukunya Nada.




Kesokan harinya, aku pun bersiap untuk berangkat ke lomba. Walaupun aku tidak penya persiapan apapun, aku tetap berangkat diantar ayah karena saat itu ibuku sedang berada di luar kota.  Aku pun pergi untuk ikut lomba aku saat itu khawatir sekali, tanganku gemetar dan jantungku seakan berhenti berdetak.  Banyak siswa siswa SD, SMP mau pun SMA. Mereka juga mengikuti lomba yang sama, yaitu lomba se Madura.

Saat kami sudah cek in kami pun masuk ke ruangan, tetapi bukan ruang ujian. Kami masuk ke ruang penyambutan, di situ kakak kelasku ada yang menyanyi dan penampilan lain. Setelah Pukul 08:55 WIB kami diantar ke ruangan, aku berada satu ruangan dengan teman kelasku yang namanya Abel.

 Saat itu aku berkeringat dingin karena deg-degan, tak lama kemudian ujian dimulai. Kakak panitia memberi kami kertas ujian, aku saat itu cukup ragu untuk menjawab. Soal yang ada memang cukup sulit untuk kujawab, aku tidak kenal dengan soal-soal itu sebelumnya. Tapi aku hanya pasrah karna saat itu sangat merasa ketinggalan pelajaran. 90 menit sudah berlalu kami disuruh mengumpulkan kertas ujian, selesai ataupun tidak semua sudah harus dikumpulkan. Kami ke depan mengumpulkan kertas soal dan jawaban yang sudah dikerjakan.

Setelah selesai mengerjakan soal lomba, kami mendapat air dan sedikit jajan yang memang disediakan oleh panitia. Setelah itu kami ke lantai bawah untuk menuju guru kami yang sedang menunggu di sana. Kami melakukan foto bersama dengan memegang sertifikat peserta lomba. Lalu aku dan teman-teman semua pulang ke rumah masing-masing.





 

 

Singkatnya aku sudah pulang bersama ayah yang memang menungguku dari pagi. Karena aku belum makan dari pagi, jadi aku disuruh makan dulu oleh ayahku. Kami pun makan bersama di sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi lomba. Setelah itu aku pulang ke rumah.

Pengumuman hasil lomba akan diumumkan nanti melalui grup whatsApp. Aku saat itu masih deg-degan apakah aku akan mendapatkan nilai nol ya? pertanyaanku dalam hati. Aku tidak sabar menunggu pengumuman, tetapi tak juga ada pengumumuman itu dihapeku. Akupun melanjutkan untuk bersekolah madrasah.

Sore harinya aku mendapatkan pesan dari ibuku, ‘selamat, ini pengalamanmu yang pertama ikut lomba’ itu kata ibuku. Dia juga mengirimkan foto yang berisi daftar nama-nama peserta yang ikut lomba bersamaku.

Aku melihatnya satu persatu peserta, ternyata pesertanya berasal dari berbagai daerah, karena ini merupakan lomba se Madura. Ada peserta yang dari Sumenep da nada juga yang dari Pamekasan. Aku melihat nilai satu persatu dari temanku, terutama yang berasal dari sekolah yang sama denganku. Lalu aku juga melihat nilaiku, aku bersyukur tidak dapat nilai nol, tapi ya tidak jauh sih dari angka itu. Aku hanya mendapatkan nilai 5. Walau hanya angka lima, aku sangat bersyukur bukan nilai nol. Paling tidak aku punya pengalaman ikut lomba. Semoga berikutnya aku bisa ikut lomba lagi dengan persiapan yang lebih matang.πŸ—ΏπŸ’”

Hari ini aku mendapat pengalaman pertama ikut lomba yang dilaksanakan di sebuah kampus di Sumenep. Pengalaman yang sangat berkesan sekali bagiku walaupun aku belum mendapatkan nilai yang memuaskan. Ibuku juga tidak marah karena aku tidak mendapat juara, dia hanya tertawa saat mengirimkan gambar berisi pengumuman itu.

Tapi malah aku mendapat tugas baru dari ibuku, “Ayo bikin cerita.”

“Ok, otw,” jawabku pada ibu.

Aku pun langsung menceritakan pengalamanku mengikuti lomba hari ini sesuai dengan permintaan ibu. Lalu setelah aku ketik, aku kirimkan pada ibu.

“Bagus, Bagus,” itu jawaban ibu setelah membaca ceritaku.

Ibu tidak pernah memaksaku untuk menjadi juara. 

 

Related Posts
Widayanti Rose
Teacher, Writer, bussiness women, and Trainer

Related Posts

3 comments

Mohammad Hayyi said…
Jadikan pengalaman sebagai motivasi untuk lebih baik lagi, tetap semangatπŸ‘πŸ‘πŸ‘